Total Tayangan Halaman

Rabu, 26 Agustus 2015

AL-QURAN


lihatlah alquran dalam sejarah nya

 
Sudah saatnya kita melihat kembali sejarah Alquran dengan pandangan yang lebih kritis dan obyektif. Karena proses turunnya Alquran dan pengumpulannya terjadi dalam konteks ruang-waktu atau konteks sejarah yang sangat kental dengan nuansa manusiawi. Bukan saja susunan-susunan ayat-ayat Alquran itu dibuat secara manusiawi, bahkan kandungannya pun sangat kental berwarna kemanusiaan. Karena itulah, sudah seharusnya kita melihat kitab suci ini dalam konteks kesejarahannya, karena kalau tidak kita akan sulit memahami pesan-pesan yang dibuat lebih dari empat belas abad silam itu.
 
Ada satu masalah yang ingin kita bicarakan, yaitu bagaimana memahami Alquran. Apa sih Alquran itu sesungguhnya?Pada umumnya, Alquran dipahami sebagai rekaman 
 
otentik wahyu Illahi yang disampaikan melalui malaikat Jibril kepada Nabi Muhammad Saw dalam rentang waktu selama 23 tahun. Bentuk Alquran yg sampai kepada kita tersusun tidak secara sistematis-kronologis. Alquran memiliki konteks dalam ruang dan waktu dan ia merespons ruang dan waktu tersebut sehingga kalau dikaitkan dengan bagaimana kita memahaminya seharusnya kita baca dan mengerti konteks Alquran dalam ruang waktu pewahyuannya, baik secara kronologis dan historis.
Bisa Anda jelaskan bagaimana Alquran disusun secara tidak kronologis?
Sebagaimana kita ketahui bersama, wahyu Alquran disampaikan dalam rentang waktu lama. Wahyu-wahyu itu berupa unit-unit wahyu, terdiri dari beberapa ayat. Pentahapan Alquran pada waktu diturunkan ini tidak tercermin dalam surat-surat yang ada dalam kodifikasi Alquran saat ini. Misalnya,  satu tema tertentu, katakan tentang ketuhanan dibahas dalam berbagai surat yang ada. Kemudian contoh susunan yang tidak kronologis, wahyu tentang minuman keras misalnya ada di tempat yang berbeda-beda. Padahal dia diturunkan secara bersama-sama, mulai ayat khamar yang dianggap sebagai rahmat hingga disebut sebagai perbuatan setan.
Jadi pertama-tama, Alquran harus ditempatkan secara kesejarahan?
Alquran harus ditempatkan dalam konteksnya. Kenapa? Karena Alquran merupakan respons terhadap situasi yang dihadapi Nabi dari waktu ke waktu. Jadi misalnya ada nama-nama historis yang muncul Abu Lahab, Zaid dan lain-lain. Ada juga peristiwa-peristiwa historis yang dirujuk Alquran seperti perang badar dan lain-lain, maka untuk memahami Alquran perlu memahami latar kesejarahannya.
Apa yang terjadi dengan pemahaman masyarakat sekarang tidak berdasarkan historistas Alquran?
Kebanyakan kita beranggapan bahwa Alquran siap diaplikasikan tanpa memahami ruang dan waktu tatkala Alquran diturunkan. Ketika Alquran mengatakan potong tangan, kita begitu saja  memahami potong tangan. Demikian juga ketika Alquran menyatakan bahwa transaksi harus disaksikan dua orang, kita memaknainya hukum saksi dua orang itu sendiri, bukan makna mendasar, yakni keadilan yang ingin dicapai Alquran.
Dengan meletakkan Alquran secara historis, apa akibatnya bila Alquran dipahami tidak secara kontekstual?
Sesuatu yang dikatakan Alquran (kalamullah) diterapkan sekarang berbeda ruang waktunya saat diturunkan
Ada beberapa diktum harafiah Alquran yang mungkin tidak harus dilakukan apa adanya dalam konteks sekarang ini karena berbeda?
Betul, yakni hukum kesaksian. Ada suatu hadis, suatu ketika Nabi pernah memutuskan satu perkara dengan hanya menggunakan seorang saksi. Padahal dalam Alquran ada disebut dua saksi. Berarti ada perbedaan ruang dan waktu antara ketentuan dalam Alquran yang disebut dua dengan waktu Nabi memutuskan satu orang saja. Istilahnya biasanya disebut rasionale atau istilah ushul fiqh illah. Semangat itulah yang harus kita tangkap dan kita transformasikan sekarang.
Sekarang ini tantangan kita mengenai pluralisme sementara Alquran sendiri ada ayat yang sepertinya mendorong konfrontasi?
Tapi ada juga ayat Alquran yang lebih damai
Ini pertanyaan krusial; Ada ayat 13 surat al-Hujurat yang mendorong saling mengenal, sementara ada ayat lain; “tidak rela orang-orang Yahudi…” Bagaimana mendamaikan dua ayat ini?
Sebenarnya Alquran menegaskan dirinya sebagai hudan linnas wa bayyinati minal huda (petunjuk bagi manusia dan penjelasan bagi petunjuk-petunjuk itu). Untuk ayat-ayat yang seolah-olah kontradiktif, kita harus mengkajinya secara menyeluruh. Tidak bicara sepotong-potong, misalnya yang menyeru kepada jihad atau yang sebaliknya. Semuanya harus dikaji secara menyeluruh sehingga kita bisa menarik apa yang dikendaki Alquran
Bagaimana memahami Alquran yang mendukung hidup secara plural?
Kalau kita melihat konteks lahirnya Alquran pada masa nabi bahkan pada masa setelah itu, kita lihat umat Islam hadir dalam komunitas yang majemuk, ada umat Islam, Nasrani, Yahudi dan badui-badui. Nah Alquran misalnya mencela yahudi karena ada situasi politik ketika itu. Karena mereka berkolaborasi untuk menghancurkan benih atau embrio komunitas Islam yang mulai terbentuk. Sehingga kita harus memahami komunitas-komnuitas keagamaan. Alquran mengatakan kriteria antara umat Islam adalah iman dan amal saleh inilah visi Alquran tentang masyarakat majemuk tadi.
Artinya tanpa melihat latar belakang agama-agama lain, asalkan iman dan amal saleh. Jadi meskipun kita berbeda-beda, maka diterima karena beriman dan beramal saleh?
Saya kira begitu karena memang konteksnya menunjukkan demikian. Banyak lagi contohnya
Sejauh mana relevansi pesan-pesan Alquran dengan persoalan kita sekarang, misalnya kemiskinan?
Kita selama ini belum memahami etika Alquran. Alquran secara tegas menuntut kita untuk menerapkan amal kebajikan, memperhatikan orang di sekitar kita. Kita tidak menghayatinya. Misalnya aturan zakat itu sebenarnya mencerminkan solidaritas sosial. Dalam konteks penafsiran kontekstual, itu bisa digunakan untuk mengatasi hal-hal seperti kesenjangan sosial.
Apa sih tujuan-tujuan moral Alquran untuk umat Islam dan umat manusia pada umumnya?
Banyak sekali misalnya, keadilan, egaliterian dan musyawarah. Tujuan pokok Alquran adalah penciptaan masayrakat yang adil dan egaliter berdasarkan iman.
 
Perlu ada sarana dan sistem sosial yang mendukung tujuan itu. Mungkin tugas umat Islam adalah mendukung terciptanya sistem sosial?
Caranya barangkali sulit kita harapkan dari “atas” karena pemerintah sendiri saat ini kurang direspons oleh masyarakat. Lebih bagus justru melalui mekanisme kultural, karena masyarakat akan belajar sendiri dan akan beguna bagi pemberdayaan masyarakat yang bersifat jangka panjang.
Jadi misalnya usulan menggunakan negara untuk menegakkan syariat Islam bagaimana?
"Itu sangat otoriter, top-down, bukan bottom up".
 
Ada anggapan selama ini, hanya orang-orang yang bersih saja yang bisa memahami Alquran dengan benar? Sebanarnya siapa sih yang berhak menafsirkan Alquran?
Yang berhak menafsirkan Alquran sebenarnya adalah manusia. Kalau kriterianya sangat berat, menurut saya tidak ada yang bisa menafsirkan Alquran kecuali malaikat karena malaikat suci dan tidak ada kotorannya. Alquran itu adalah dokumen buat manusia karena ia diturunkan juga buat manusia. Ada suatu pemberontakan di India, seorang intelektual muslim, A.Fyzee, malah mengatakan, siapa saja bisa menafsirkan Alquran. Memang ketika kita menafsirkan Alquran, bisa jadi produknya berbeda-beda, ada tingkatan-tingkatan. Semakin dalam ilmunya, maka semakin tinggi penafsirannya. Tapi hakikatnya semua orang punya hak untuk menafsirkan Alquran, semua punya akses ke situ.
Tidak ada monopoli bagi kelas tertentu?
Sayangnya selama ini berlaku monopoli seperti itu. Ada semacam kelas tertentu yang berhak menafsirkan Alquran dan mereka  menerapkan kriteria-kriteria tertentu yang sangat berat. Alquran seperti taman yang dipagari begitu ketat sehingga orang tak bisa masuk. Kriteria-kriteria penafsir Alquran terlihat sulit, bahkan terkesan mustahil bagi seorang manusia yang memenuhi sayarat-syarat mufassir.
Jadi bagaimana menjamin agar tafsiran Alquran itu menjadi penafsiran yang bertanggung jawab?
Kita perlu pendekatan atau metodologi dalam memahami Alquran; kita harus memahmi dalam konteks kesejarahan, kronologisnya termasuk memahami dalam konteks sastranya. Bagian-bagian Alquran itu saling menjelaskan. Ketika kita memahami konteksnya, maka kita bisa memproyeksikan tantangan kita saat ini. 

من جد و جد 
selama kita masih hidup marilah kita  membaca dan mempelajari  kitab kita yaitu Al-QURAN 
mungkin hanya sengini yg  bisa saya tuliskan dlm artikel saya 
jangan terlalu banyak komen 
 



Selasa, 25 Agustus 2015

MENJADI ORANG SUKSES

Kita akan sukses jika kita mau mengaplikasikannya. Supaya sukses dunia akhirat, ada satu kunci yang harus ada saat mengaplikasikannya, yaitu ikhlas. Tanpa keihlasan, Anda mungkin sukses, tetapi hanya di dunia saja. Tapi jika ingin sukses di akhirat juga, maka keihlasan adalah harga mati. Ikhlas adalah syarat utama sebuah amal mendapatkan balasan dari Allah.
Rahasia-rahasia sukses itu ada pada hadist dibawah ini:
Telah menceritakan kepada kami Abu Mu’awiyah telah menceritakan kepada kami Al A’masy dan Ibnu Numair telah mengkabarkan kepada kami Al A’masy dari Abu Shalih dari Abu Hurairah, dia berkata; Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa Salam bersabda: “Barangsiapa meringankan seorang mukmin dari kesulitan di dunia maka Allah akan meringankan baginya kesulitan di hari kiamat. Dan barangsiapa menutupi aib seorang muslim maka Allah akan menutupi aibnya di dunia dan di akhirat. Dan barangsiapa memudahkan bagi seorang yang kesusahan maka Allah akan memudahkan baginya di dunia dan di akhirat, dan Allah akan menolong seorang hamba selama ia mau menolong saudaranya. Barangsiapa meniti jalan dalam rangka menuntut ilmu maka Allah akan mempermudah baginya jalan menuju surga, dan tidaklah suatu kaum yang berkumpul di salah satu rumah dari rumah-rumah Allah, mereka membaca kitab Allah, dan mempelajarinya dengan sesama mereka kecuali akan diturunkan kepada mereka ketenangan, dilimpahkan kepada mereka rahmat, dikelilingi oleh para malaikat dan Allah Azza Wa jalla akan menyebut-nyebut mereka di hadapan malaikat yang ada di sisi-Nya. Dan barangsiapa diperlambat oleh amalnya maka tidak akan bisa dipercepat oleh nasabnya.”  (hadis riwaya ahmad)

Rahasia sukses itu adalah:
  1. meringankan seorang mukmin dari kesulitan di dunia.
  2. menutupi aib seorang muslim
  3. memudahkan bagi seorang yang kesusahan
  4. mau menolong saudaranya
  5. menuntut ilmu
  6. membaca kitab Allah atau Alquran
Tentu saja, masih ada yang lainnya jika kita mau menggali Al Quran dan hadits lainnya.
Apa manfaat dari rahasia sukses diatas? Berikut adalah rangkuman manfaat dari mengaplikasikan keenam rahasia sukses diatas:
  1. Allah akan meringankan baginya kesulitan di hari kiamat
  2. Allah akan menutupi aibnya di dunia dan di akhirat
  3. Allah akan memudahkan baginya di dunia dan di akhirat
  4. Allah akan menolong
  5. Allah akan mempermudah baginya jalan menuju surga
  6. Allah akan memberi rahmat
  1.  Orang yang tidak tahu rahasia sukses ini mengatakan, “Buat apa repot-repot menolong orang lain, bahkan di negara lain, padahal kita sendiri susah?”
    "itulah perkataan orang yang sukses tetapi gk didasari dengan iman dan taqwa"



    ditulis oleh : Fauzan Azmi


perbaiki diri sendiri

أصلح نفسك يصلح لك الناس
Yang artinya: perbaikilah dirimu,niscaya orang akan baik kepadamu
Jadi penjelasannya adalah perbaikilah dirimu maka orang-orang juga akan baik kepadamu ban jangan lah kamu mengkritik orang lain sebelum kamu memperbaiki diri kamu sendiri.
Intinya jika kamu ingin orang itu baik terhadap kita coba lihat apa yang kurang dari kita dan ketika kamu sudah mengetahuinya coba kamu perbaiki diri mu.



Mau seberapa menyakitkan sebuah kejadian, jika kita mempunyai hati selapang lautan, ditumpahkan racun paling mematikan se-kontainer sekalipun, tetap akan larut, tidak terasa.
Tetapi kalau hati itu sempit, satu tetes berbisa saja cukup untuk membuat hidup kita ‘binasa’ sehari, seminggu, bahkan berbulan-bulan.
Melapangkan hati adalah pekerjaan panjang, perlu latihan, berkali-kali jatuh-bangun, dan jelas membutuhkan ilmu dan pemahaman baik

 sakit hati bisa di obatin dengan cara berzikir kepada Allah
sakit yang paling pedih adalah sakit kalau kita tak bisa mencario ridho nya Allah
 sebaik-sebaik na manusia adalah yang panjang umur nya dan yang bagus amal nya


Minggu, 23 Agustus 2015

(Good to great)



                  (Good to great)
Good artinya (baik) musuhnya baik adalah hebat (great)                         artinya,”  Apabila kita ingin hebat (great) maka kita tidak boleh merasakan lebih sudah cukup baik (good) begitu kita sudah merasakan sudah cukup baik ,maka kita akan enggan untuk memperbaiki diri . dengan kata lain, merasa sudah cukup baik bisa membuat kita tertidur , sehingga kita tak akan pernah menjadi hebat .
Lihat saja pemain bola cristian ronaldo atau lione messi pada masa ke emasan mereka ronaldo dan messi masi tetap berlatih setiap hari ...!!

Apa lagi ada kutipan yg mengingatkan,barang siapa yg hari ini lebih baik dari pada hari kemarin, meka dia adalah orang yg beruntung “kalau sama saja ?dia adalah orang yg merugi ,kalau lebih buruk ? dia adalahorang yg celaka .
Ironisnya ,betapa banyak orang yg merasa dirinya baik-baik saja dan malas beranjak ke tingkatan yg lebih tinggi lagi .
Dalam bahasa jepang dikenal dengan istilah  kaizen. kaizen dalam bahasa jepang bermaksud menyempurnakan terus-menerus (continuous improvement). Kalimat inilah yg membuat jepang ,di masa-masa sejarah jepang di saat jepang menjadi negara keterbalakang semenjak istilah kaizen inilah yg membuat negara jepang menjadi negara (economic superpower) nomor dua di muka bumi .

cerpen




                بِسْمِ اللهِ الرَّحْمنِ الرَّحِيمِ
اسلام عليكم ورحمة الله وبر كاته


                    Pondok pesantren assalam
  Sewaktu saya mau berangkat ke pesantren assalam saya berfikir satu dan mempunyai niat satu yaitu belajar dengan sungguh-sungguh untuk membahagaikan orang-orang yg telah mendukung dan menseport saya untuk berang kat menuntut ilmu saya bersama teman-teman saya berangkat menaiki kendaraan udara (pesawat) lioen air kami pun berfikir satu ketika kami nanti sampai kami akan melihat santri yg sangat banyak tetapi sebalik nya  .namun kami tidak putus asa kami tetap barjanji akan membangkitkan pesantren kami yg baru dengan moto satu
 مَنْ جَدَّ وَ جَدَ
Barang siapa yg bersungguh-sungguh dapat lah dia
Dan kami pun mulai belajar hari kehari untuk memperjuangkan pesantren kami yg baru yaitu assalam  walaupun dengan  santri yg berjumlah 17 santri putra dan 4 santri putri kami sangat salut  dengan pesantren yg santri sangat sedikit tetapi ustd nya yg ilmunya  sangat tinggi          
Rencana kami .kami akan melanjutkan menuntut ilmu dan kami berjanji akan kembali ke medan (sumatra utara) sampain kami suksek nanti
Jasa pondok kami tak kan terlupakan terimakasi pondokku :
-Assalam dan Anursali